Ilmu Tasawuf


Nama                                    : Ahmad Rizky Roenanda

NIM                                       : 72154048

Prodi/Sem                          : Sistem Informasi Semester 3

Perguruan Tinggi              : Universitas Negri Sumatera Utara

Dosen Pengampu            : Dr. Ja’far.MA

Matakuliah                         : Akhlak Tasawuf

Tema                                     : Definisi, Hoerarki dan Tujuan

Buku 1                                  : Ja’far, Gerbang Tasawuf(Medan:Perdana Publishing, 2016)

Sub 1 : Pengertian Tasawuf

Sub 2 : Hierarki

Sub 3 : Tujuan Tasawuf

Kesimpulan

Buku 2                                  : DRS.P.Mgunawan NST,Pengantar Ilmu Tasawuf

Identitas Buku

Sub 1 : Pengertian Tasawuf

Kesimpulan

Definisi Tasawuf

Menurut Ja’far(18:2016) Dalam kitab Kasyfal al-Mahjub, al-Hujwiri telah menjelaskan asal usul kata tasawuf. Istilah tasawuf berasal dari kata al-shuf (الصوف) , yaitu Wol. Disebut sufi karena kaum sufi mengenakan jubah yang terbuat dari bulu domba. Kedua, istilah tasawuf berasal dari kata al-shaf (الصف) , yaitu barisan pertama, yang bermakna bahwa kaum sufi berada pada barisan pertama di depan Tuhan, karena besarnya keinginan mereka terhadap Tuhan, kecenderungan hati mereka terhadap-Nya dan tinggalnya bagian-bagian rahasia dalam diri mereka di hadapan-Nya. Ketiga, istilah tasawuf berasal dari kata ahl al-shuffah (اھل الصفۃ) karena para sufi mengaku sebagai golongan ahl al-shuffah yang diridai Allah. Mereka disebut sufi karena sifat-sifat mereka menyamai sifat orang-orang yang tinggal di serambi masjid (shuffah) yang hidup pada masa Nabi Muhammad Saw. Keempat, istilah tasawuf berasal dari kata al-shafa(الصفاء) yang artinya kesucian, sebagai makna bahwa para sufi telah menyucikan akhlak mereka dari noda-noda bawaan, dan karena kemurnian hati dan kebersihan tindakan mereka. Kaum sufi menjaga moral dan menyucikan diri mereka dari kejahatan dan keinginan duniawi, sebab itulah mereka di sebut sufi.

                Menurut Abd al-Qadir al-Jailani sebagai pendiri tarekat Qadariyah menyatakan bahwa seseorang dikatakan sebagai sufi karena tiga alasan

Pertama, terjadinya proses penjernihan tehdapa hati mereka berkat cahaya makrifat

Kedua, ia dinisbahkankepada ashhab al-shuffah, yakni para sahabat yang meninggalkan segala sesuatu karena cinta kepada Allah dan rasul-Nya.

Ketiga, ia memakai shuf (pakaian dari bulu), di mana untuk sufi tingkat pemula mengenakan pakaian dari bulu biri-biri, sedangkan untuk sufi tingkat pertengahan dari bulu kambng, sedangkan untuk sufi tingkat puncak dari bulu mir’izza (bulu halus kambing).

                Menurut Al-Jailani menambahkan bahwa kata tashawwuf  (تصوف) terdiri atas empat huruf, yakni ta’(ت) , shad (ص), waw(و), dan fa’(ف). Kata ta’ bermakna taubah, kata shad bermakna shafa, kata waw bermakna wilayah(kewalian), dan kata fa bermakna fana fi Allah.[1]

Menurut Terminologi

                Tasawuf (Tasawwuf) atau sufisme adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun zhahir dan batin, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi kesenangan duniawi) dalam islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme islam

                Tarekat (berbagai aliran dalam sufi) sering di hubungkan dengan syi’ah, sunni dan organisasi islam yang lain, atau kombinasi dari beberapa tradisi. Pemikiran sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia.[2]

 

Menurut Etimologi

                Pengertian tasawuf menurut bahasa atau etimologi, para ahli berselisih tentang asal kata tasawuf,antara lain:

-          Shuffah (Serambi tempat duduk)

Yakni serambi masjid nabawi di Madinah yang disediakan untuk orang-orang yang belum mempunyai tempat tinggal dan kalangan Muhajirin di masa Rasulullah SAW. Mereka biasa dipanggil ahli shuffah (pemilik serambi)karena di serambi masjid itulah mereka bernaung

-          Shaf (barisan)

Karena kaum shufi mempunyai iman kuat, jiwa bersih,ikhlas dan senantiasa memilih barisan yang paling depan dalam sholat berjamaah atau dalam perang suci

-          Shafa

Bersih atau jernih

-          Shufanah

Sebutan nama kayu yang bertaha tumbuh di padang pasir

-          Shuf (bulu domba)

Menggunakan pakaian dari bulu domba yang kasar,sebagailambang akan kerendahan hati mereka

-          Theosofi

Ilmu ketuhanan.tetapi yang terakhir ini tidak disetujui oleh H.A.R.G.Gibb. dia cenderung kata tasawuf berasal dari (shufu) berasal dari shuff(bulu domba)[3]

Kesimpulan

                Berdasarkan pendapat para ahli di atas menjelaskan bahwa tasawuf itu adalah ilmu yang mengajarkan tentang penyucian hati untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. Dengan ilmu ini dapat menumbuhkan akhlak yang baik dan dapat mengendalikan diri dari perbuatan yang di larang oleh  agama.

Tasawuf dalam hierarki ilmu-ilmu islam

                Dalam muqoddimah, ibnu khaldun membagi ilmu menjadi dua jenis.

Ilmu-ilmu hikmah dan filsafat(ulum al-hikmiyah al-falsafiyyah) yang diperoleh dengan akal manusia, dan ilmu yang diajarkan dan ditransformasikan (ulum al-naqliyyah al-wadhiiyah) yang bersumber kepada syariat islam (Alquran dan hadis)

Tasawuf sebagai salah satu dari ilmu syariah, menurut ibn khaldun, bersumber dari syariat yakni Alquran dan hadis, dan akal tidak memiliki peranan dalam ilmu-ilmu syariah kecuali menarik kesimpulan dari kaidah-kaidah utama untuk cabang-cabang permasalahannya. Meskipun muncul belakangan sebagai sebuah disiplin ilmu, tasawuf sebagai bagian dari ilmu-ilmu syariatysng telah dipraktikan pada zaman Nabi Muhammad Saw., sahabat dan tabiin, dan pada masa itu tasawuf masih berupa bentuk ibadah semata.

Aliran tasawuf terbagi menjadi dua

Pertama, tasawuf sunni, yaitu aliran yang memagari pengikutnya dengan Alquran dan hadis, serta mengaitkan ajaran mereka, terutama keadaan dan tingkatan rohani mereka, dengan kedua sumber ajaran islam tersebut.

Kedua, tasawuf falsafi, yaitu aliran yang cenderung kepada ungkapan-ungkapan ganjil (syathahat), memadukan antara visi mistis dan visi rasional dan banyak menggunakan terminologi filosofi, bahkan dipengaruhi banyak ajaran filsafat. Para fukaha dari mazhab sunni menolak banyak teori tasawuf yang dikembangkan oleh sufi-sufi dari mazhab tasawuf falsafi yang ternyata lebih diterima dan berkembang di dunia syiah.

Tujuan Tasawuf

                Para sufi telah merumuskan tujuan dari tasawuf. Sekedar pemetaan, ibn khaldun menjelaskan bahwa puncak perjalananspiritual para penempuh jalan tasawuf setelah melewati beragam tingkatan spiritual (al-maqamat) adalah kemantapan tauhid dan makrifat. Karya-karya para sufi menguatkan pernyataan tersebut. Seperti disebut al-qusyain, Ruwaim bin Ahmad pernah menyatakan bahwa kewajiban pertama dari Allah kepada hamba-Nya adalah makrifah sebagaimana disebut dalam Q.S. al-Zariyat/51:56 bahwa jin dan manusia diciptakan untuk liyabudi yang diartikan ibn abbas sebagai ilya’rifun (makrifat kepada Allah)

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa tujuan ilmu tasawuf adalah menciptakan akhlak manusia untuk bersifat hanya berlandaskan ke-Tuhanan terhadap setiap aktivitasnya yang menjauhkan dari sifat kecintaan terhadap dunia, tujuan dari akhlak tasawuf adalah menyucikan hati dari tindakan yang melanggar aturan, tasawuf di kembangkan oleh para sufi karena tasawuf selalu melekat oleh sufi.

Perbandingan

Dari kedua buku yang saya teliti bahwasanya akhlak tasawuf itu sangat berperan penting untuk menjadi seorang sufi atau bisa disebut juga sebagai seorang yang taat akan ibadah dan menghindari ajaran yang salah di dua buku tersebut samas-sama di jelaskan tujuan dari tasawuf adalah menjadikan hati bersih



[1] Dr.Ja’far.MA,Gerbang Tasawuf
[2] DRS.P.Mgunawan NST,Pengantar Ilmu Tasawuf,http:/www.masgunku.wordpress.com
[3] http://www.masuk-islam.com/pembahasan-tasawwuf-lengkap-pengertian-tasawuf-dasar-dasar-tasawauf-tujuan-tasawuf-perkembangan-tasawauf-dll.html

Post a Comment

0 Comments