Nama                                    : Ahmad Rizky Roenanda

NIM                                       : 72154048

Prodi/Sem                          : Sistem Informasi Semester 3

Perguruan Tinggi              : Universitas Negri Sumatera Utara

Dosen Pengampu            : Dr. Ja’far.MA

Matakuliah                         : Akhlak Tasawuf

Tema                                     : Definisi, Hoerarki dan Tujuan

Buku 1                                  : Ja’far, Gerbang Tasawuf(Medan:Perdana Publishing, 2016)

Sub 1                                     : Peran Hati dalam tasawuf

Kesimpulan

Buku 2                                  : Prof.Dr.Amril,M.A

Identitas Buku

Sub 1                                     : Qalb(Hati)

Kesimpulan

Buku 3                                  : Dr H. Syamsun Ni’am M.Ag

Sub 1                                     : Ruang Lingkup kajian Tasawuf

Kesimpulan

Peran Hati dalam Tasawuf

Menurut Ja’far(34:2016) Hati (qalb) merupakan subsistem jiwa manusia. Disebutkan bahwa dari segi fungsi, menurut Achmad Mubarok, qalb berfungsi sebagai “alat untuk memahami realitas dan nilai-nilai serta memutuskan suatu tindakan (Qs, al-A’raf/7:179),” sehingga qalb menjadi identik dengan akal. Disebutkan bahwa ada delapan potensi hati, yakni hati itu bisa berpaling; merasa kecewa dan kesal; secara sengaja memutuskan untuk melakukan sesuatu;berperasangka;menolak sesuatu;dapat diuji; dapat ditundukkan;dapat diperluas dan dipersemit; bahkan bisa ditutup rapat

                Mayoritas sufi menilai bahwa akal manusia tidak mampu mencapai hakikat Allah Swt. Dan Alquran menjelsakan bahwa kelemahan akal bisa ditutupi oleh hati yang damai. Dalam Q.S al-Syu’ara/26:89 disebutkan “kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang damai.” Dalam Q.S al-Shaffat/37:84 disebutkan “(ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang damai.”

Kesimpulan

                Disimpulkan bahwa hati seorang muslim itu sangat penting untuk di kendalikan fungsinya menjadi lebih baik untuk menyembah sang Maha Kuasa Allah Swt. Tanpa dengan hati kita beriman pada Allah maka ibarat sayur yang tak bergaram begitu hambarnya orang yang beriman itu, Iman harus di lengkapi dengan hati dan fikiran yang saling menyatu untuk menjadikan akhlak yang baik yg datangnya dari hati menuju fikiran.

 

Qalb (Hati)

                Qalb berarti hati, lubuk hati, jantung, inti, kekuatan, dan semangat keberanian. Kecuali itu, qalb (hati) juga dimaknai dengan akal, istilah yang dalam tatapan psikologis dibedakan dengan hati Makna yang nyaris sama untuk qalb (hati) diungkap dalam pengertian mengubah,membalikkan, menjadikan yang bathin menjadi zahir, menumbangkan, mempertimbangkan, terbalik dan lain-lain.

                Sesungguhnya, al-Qur’an menyebut qalb (hati) dengan tiga tema populer yakni al-qalb, al-qulub, as-sadr as-sudur serta al-fu’ad al-af’idah.

Kesimpulan

                Di dalam alquran sangat jelas menjelaskan tentang hati sebagaimana hati menjadikan kunci dalam ketauhidan

Objek kajian Tasawuf

                Ruh ilahi inilah yang menjadikan manusia memiliki sisi kehidupan ruhani, di  mana kecondongan ini juga dimiliki oleh semua manusia dalam setiap agama. Karena perasaan itu merupakan fitrah manusia, Tasawuf membahas tentang sifat jiwa manusia dalam berhubungan dengan Allah Swt. Dan sikapnya dalam berhubungan dengan sesama makhluk. Tasawuf bertugas membersihkan hati dari sifat-sifat buruk dan tercela, bila hati sudah suci-bersih dari kotoran-kotoran niscaya kehidupan akan mudah

Kesimpulan

                Menjelaskan bahwa penting seorang manusia memiliki hati yang bersih dan suci karna hati itu merupakan fitrah dari manusia dari hati bisa mencerminkan sifat seseorang. Dari kesimpulan 3 buku yang ada bahwasanya hati itu memiliki peran penting dalam hati setiap manusia apabila hati bersih niscaya manusia itu akan memiliki hidup yang mudah dan begitu mencintai sang Maha kuasa Allah Swt. Sedangkan apabila hati kotor maka begitu banyak kegelisahan yang akan di rasakan, maka begitu penting hati manusia ini untuk berhubungan dengan Allah Swt.

Perbandingan

Dalam kedua buku ini di jelaskan bahwa sesungguhnya begitu penting hati seseorang dalam tasawuf, karena hati adalah kunci dalam bertauhid, sangat penting bagi manusia memiliki hati yang bersih dan suci karna hati itu merupakan fitrah dari manusia dari hati bisa mencerminkan sifat seseorang, maka dari itu hati sangat berkaitan penting dalam tasawuf.

Post a Comment

0 Comments